by
Baren maulana Dalam dunia kuliner fine dining, kentang bukan sekadar bahan pelengkap. Di tangan teknik yang tepat, kentang dapat berubah menjadi hidangan mewah dengan tekstur dan rasa yang kompleks. Salah satu contoh terbaiknya adalah potato pavé, sajian klasik Prancis yang terkenal karena lapisan rapi, tekstur kontras, dan rasa gurih yang intens. Sering dijuluki sebagai 15-hour potato, potato pavé dikenal karena prosesnya yang panjang dan hasil akhirnya yang sangat presisi.
Istilah “pavé” berasal dari bahasa Prancis yang berarti batu paving. Nama ini merujuk pada bentuknya yang umumnya persegi atau persegi panjang, menyerupai balok batu yang tersusun rapi di jalanan Eropa klasik.
Hidangan ini berkembang dari teknik tradisional Prancis yang menekankan struktur, tekstur, dan layering dalam pengolahan bahan sederhana. Filosofinya bukan pada kompleksitas bahan, tetapi pada kesempurnaan teknik.
Keunikan potato pavé terletak pada kontras teksturnya:
Bagian luar sangat crispy dan keemasan
Bagian dalam lembut, creamy, dan berlapis-lapis sempurna
Setiap potongan menunjukkan struktur yang rapi dan presisi
Tekstur ini dihasilkan dari kombinasi teknik memanggang lama, pendinginan dengan tekanan, lalu finishing dengan penggorengan suhu tinggi. Hasilnya adalah sensasi renyah di luar dan lembut di dalam dalam satu gigitan.
Walaupun tidak membahas resep secara rinci, penting untuk memahami bahwa potato pavé adalah hidangan yang menuntut waktu dan ketelitian.
Prosesnya melibatkan:
Irisan kentang yang sangat tipis dan seragam
Penyusunan berlapis dengan krim atau lemak (mentega atau lemak sapi)
Pemanggangan perlahan
Pendinginan semalaman dengan pemberat
Pemotongan presisi sebelum digoreng
Karena waktu persiapannya yang panjang, hidangan ini sering disebut sebagai 15-hour potato. Kesabaran tersebut menghasilkan struktur kentang yang tidak bisa dicapai dengan metode biasa.
Potato pavé bukan hanya soal tekstur, tetapi juga soal rasa yang terbangun perlahan. Lemak yang digunakan—baik mentega, krim, maupun lemak sapi—berfungsi sebagai medium pembawa rasa.
Hasil akhirnya:
Gurih yang dalam
Aroma butter atau lemak yang elegan
Rasa kentang yang lebih pekat karena proses pemanggangan lama
Teknik ini mirip dengan filosofi dalam pengolahan daging premium, di mana waktu dan kontrol suhu menjadi faktor utama pembentukan rasa. Jika Anda tertarik memahami bagaimana proses alami seperti oksidasi juga berperan dalam pengembangan karakter bahan, Anda dapat membaca artikel berikut: Daging Oksidasi dalam Dry Aging.
Di restoran fine dining, potato pavé biasanya disajikan sebagai side dish untuk steak atau daging panggang premium. Strukturnya yang rapi membuatnya terlihat elegan di atas piring, sementara teksturnya membantu menyeimbangkan protein utama.
Di Meatguy Steakhouse, potato pavé disajikan sebagai pendamping daging pilihan, menghadirkan kombinasi tekstur crispy dan creamy yang melengkapi karakter steak. Hidangan ini menjadi salah satu contoh bagaimana bahan sederhana bisa diangkat ke level premium melalui teknik.
Untuk melihat detail menu dan pengalaman lengkapnya: Chat Meatguy Steakhouse via WhatsApp.
Menariknya, filosofi yang sama—menghargai teknik dan bahan berkualitas—juga berlaku dalam hidangan berbasis daging tradisional. Baik potato pavé maupun rendang premium sama-sama menekankan waktu dan lemak sebagai elemen penting pembentuk rasa.
Bagi Anda yang ingin menikmati olahan daging dengan pendekatan kualitas dan teknik tanpa harus datang ke restoran, Daging Rendang Bang Dims bisa menjadi pilihan praktis. Untuk pemesanan: Pesan Rendang Bang Dims via WhatsApp.