by
Baren maulana Dalam dunia BBQ, pilihan sumber panas sangat menentukan hasil akhir rasa. Dua metode paling umum adalah menggunakan arang dan gas. Keduanya sama-sama bisa memanggang daging, tetapi menghasilkan karakter yang sangat berbeda. Bagi pecinta BBQ sejati, perbedaan memasak dengan arang dan gas bukan sekadar soal praktis atau tidak melainkan soal rasa, aroma, dan pengalaman.
Perbedaan paling signifikan antara BBQ arang dan gas adalah pada aroma dan flavor.
BBQ dengan Arang :
Menghasilkan asap alami dari pembakaran kayu atau batok kelapa
Memberikan aroma smoky khas yang tidak bisa ditiru
Menciptakan kompleksitas rasa pada permukaan daging
Membantu proses caramelization lebih maksimal
Asap dari arang berinteraksi langsung dengan lemak daging. Saat lemak menetes ke bara panas, tercipta flare-up kecil yang menghasilkan aroma khas BBQ yang autentik.
BBQ dengan Gas :
Panas stabil dan mudah dikontrol
Hampir tidak menghasilkan aroma asap alami
Rasa lebih “clean” tapi kurang depth
Gas memang praktis, tetapi tidak memberikan karakter smoky yang menjadi ciri khas BBQ tradisional. Untuk memahami bagaimana struktur daging merespons panas, kamu bisa membaca artikel tentang Primary Cut Daging Sapi, karena setiap bagian daging bereaksi berbeda terhadap panas arang.
BBQ dengan arang mampu menghasilkan panas yang lebih tinggi dan tidak sepenuhnya merata—justru ini keunggulannya.
Arang menciptakan:
Zona panas langsung (direct heat)
Zona panas tidak langsung (indirect heat)
Reaksi Maillard yang lebih kuat
Hasilnya adalah crust yang lebih dalam, warna lebih kaya, dan tekstur luar yang lebih crispy tanpa membuat bagian dalam kering. Gas cenderung menghasilkan panas yang lebih seragam, namun kurang memberikan efek crust seintens arang.
BBQ bukan hanya soal memasak, tetapi soal pengalaman.
Dengan arang:
Ada proses menyalakan bara
Ada aroma asap yang perlahan muncul
Ada kontrol manual yang lebih “hands-on”
Ada sensasi klasik yang sulit tergantikan
Gas lebih praktis, tetapi kurang memberikan ritual dan sensasi tradisional yang membuat BBQ terasa istimewa.
Saat memasak dengan arang, panas yang intens dan asap alami membantu “mengunci” bagian luar daging lebih cepat. Ini membantu menjaga jus alami tetap berada di dalam.
Pada beberapa jenis potongan daging, terutama primary cut yang memiliki marbling baik, metode arang menghasilkan kombinasi:
Luar smoky dan crispy
Dalam juicy dan tender
Daging premium seperti wagyu, ribeye, atau bahkan heritage beef akan menunjukkan karakter terbaiknya saat dimasak dengan arang.
Asap alami membantu:
Mengangkat rasa lemak
Memberikan dimensi rasa tambahan
Menghasilkan finishing yang lebih bold
Karena itu, banyak konsep BBQ profesional tetap memilih arang sebagai sumber panas utama.
Jika Anda menginginkan pengalaman BBQ arang autentik tanpa harus repot menyiapkan peralatan dan bahan, layanan Grillz by Meatguy menghadirkan BBQ berbasis arang langsung ke lokasi Anda.
Dengan teknik grilling profesional dan pemilihan daging berkualitas, pengalaman BBQ arang bisa dinikmati di rumah, kantor, atau acara spesial. Untuk reservasi dan katalog harga: Reservasi Grillz via WhatsApp